National Scoliosis Foundation mengungkapkan 2-3 persen populasi di dunia mengidap skoliosis atau kondisi kebengkokan pada tulang belakang. Untuk menentukan apakah seseorang benar memiliki skoliosis, tulang belakang pasien akan diukur menggunakan sudut Cobb. Hasil derajat kelengkungan di atas 10 berarti pasien mengidap skoliosis, yang dikategorikan sebagai skoliosis ringan. Level ini umumnya tidak perlu sampai mendapatkan penanganan skoliosis Indonesia untuk dapat kembali pada kondisi normal. 

Meski begitu, mengetahui gejala-gejala awalnya dapat membantu seseorang lekas menyadari kondisi tubuhnya sekaligus menghindarkannya dari kondisi yang makin parah. Lantas, apa saja gejala-gejala skoliosis ringan yang perlu diketahui? Simak ulasannya di bawah ini!

  • Postur tubuh yang tidak rata 

Laman Scoliosis Reduction Center menyebut, setiap tanda dari tubuh asimetris atau tidak rata patut diselidiki lebih lanjut. Sebagian besar kondisi postur tubuh yang tidak rata ini merupakan gejala awal dari skoliosis ringan. 

Beberapa contohnya adalah bahu dan pinggul yang tidak rata, kepala tampak tidak berada di tengah batang tubuh, lengan kiri-kanan tampak tidak memiliki panjang yang sama, tulang rusuk mungkin lebih menonjol di satu sisi, tubuh tampak condong ke satu sisi ketika sedang berdiri, dan lain sebagainya.

  • Baju tampak tidak seimbang 

Tanda lain dari skoliosis ringan dapat terlihat juga dari pakaian yang dikenakan. Ketika baju yang dipakai tampak lebih panjang sebelah, maka ini bisa menjadi indikator skoliosis ringan. Meskipun kemiringannya tidak akan tampak signifikan, namun tanda ini bisa menjadi gejala akurat; terutama bila terjadi secara tiba-tiba.

  • Sakit kepala 

Pada umumnya, orang dengan skoliosis ringan tidak akan sampai mengalami sakit kepala. Namun jika kebengkokan tulang belakang sudah membuat sakit kepala, skoliosis ringan yang dialami mungkin sudah mengarah pada level selanjutnya. Menurut Scoliosis Reduction Center, rasa sakit di kepala ini berasal dari otot leher yang menegang akibat kelengkungan tulang belakang di dekat leher. 

  • Masalah keseimbangan dan koordinasi tubuh
  • Karena tulang belakang yang menyangga tubuh miring, masalah keseimbangan dan koordinasi tubuh tentu jadi satu hal yang sulit dihindari. Gejala ini umumnya sulit dideteksi pada penderita skoliosis berusia remaja. Hal ini berkaitan dengan masa-masa cangung remaja, yang berpengaruh pada postur mereka, sehingga sulit dibedakan apakah hal itu merupakan gejala skoliosis atau bukan. Jadi, cara praktis untuk mengetes keseimbangan dan koordinasi tubuh bisa dengan meminta pasien menutup mata kemudian menyeimbangkan tubuhnya dengan satu kaki selama 30 detik. Bagi penderita skoliosis hal yang mudah ini akan menjadi sulit dilakukan.Perubahan cara berjalan 

Gejala ini ada hubungannya dengan masalah keseimbangan dan koordinasi tubuh. Sebab, persoalan tersebut punya keterkaitan erat dengan kaki. Sehingga, cara berjalan orang dengan skoliosis ringan akan berubah seiring dengan perubahan waktu. Meski gejala ini tidak selamanya menandakan seseorang mengidap skoliosis ringan, tak ada salahnya untuk bersiap siaga, bukan?

Itu dia beberapa tanda atau gejala skoliosis ringan yang perlu diketahui. Jika Anda merasa memiliki satu atau lebih tanda di atas, segera kunjungi dokter terkait untuk memastikan kondisi Anda, ya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *